Uncategorized
Aprinus Salam

Manipulasi Konteks

Hal yang dimaksud dengan manipulasi konteks adalah bagaimana mengemas atau menghadirkan suatu informasi, melaporkan suatu hal, menyatakan suatu peristiwa/kejadian, tetapi disampaikan tidak sesuai-dengan konteksnya. Bahkan,

Baca Selengkapnya »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Konteks dan Individualisasi Humor

(Disampaikan pada Seminar Nasional Budaya Nusantara, Seri 8, Kelakar Nusantara, 25 September 2021) Kita sering menyaksikan beberapa kasus bahwa untuk satu konteks ”teks” yang dianggap

Baca Selengkapnya »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Menjadi Budak

Praktik dan pemaknaan tentang budak termasuk kisah kurang sedap. Dalam berbagai struktur dan levelnya, budak merupakan sosok yang keberadaannya dianggap rendah atau di bawah, tidak

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Kesepian

Benarkah kita, atau siapa saja, pernah atau bisa mengalami kesepian? Mengapa itu dimungkinkan? Apa sebenarnya yang sedang terjadi?Sepi, suasana sepi, adalah suatu situasi jauh dari

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Politik Penampilan

Politik penampilan adalah bagaimana kita mengekspresikan diri kita dalam kehidupan sehari-hari. Politik di sini maksudnya berbagai cara, strategi, maksud, kepentingan, dan tujuan-tujuan yang ingin dicapai

Baca Selengkapnya »
On Trend

Postingan Acak

Mbongkar Yogya

Yogyakarta hadir dalam potongan-potongan Malioboro, Keraton, Tugu, rindu, pulang, angkringan, dan malam-malam yang semakin lasak. Bagi yang pernah singgah, Yogyakarta memberi kesan, juga pesan, pada

Nostalgia

(Tulisan ini awalnya ditulis tahun 1995. Tulisan ini ditulis ulang dengan sedikit tambahan pada Agustus 2020) Entah kapan persisnya lagu-lagu lama seperti mengalami kebangkitan baru. Secara

Arkeologi Perasaan

Siapakah kau yang berdiam dalam sunyi, Siapakah kau yang rindu dalam sepi,Siapakah kau yang nyanyi dalam bising. Aku gali tanah, kau selinap hutan, kabut menaridi

Meniadakan Ketidaksempurnaan

Kondisi demokratis, sejahtera, adil, dan makmur itu adalah sesuatu yang sempurna. Kemudian kita berlomba-lomba, bekerja keras, dan merekayasa sedemikian rupa untuk meraih kesempurnaan tersebut. Kita

Terima Kasih
Sudah
berlangganan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin