Puisi-puisi yang Dibukukan

Tulisan Aprinus Salam mengenai puisi

Puisi
Aprinus Salam

Arkeologi Perasaan

Siapakah kau yang berdiam dalam sunyi, Siapakah kau yang rindu dalam sepi,Siapakah kau yang nyanyi dalam bising. Aku gali tanah, kau selinap hutan, kabut menaridi

Baca Selengkapnya »
Puisi
Aprinus Salam

Sejarah Air Mata

Tubuhku lahir dari kegelapan, juga kebahagian dan luka. Tapi itu tak membuatku bercabang Hingga terpejam, meraba tanah yang tersisaaku cari dirimu di lubuk, tatapan itu

Baca Selengkapnya »
Puisi
Aprinus Salam

Panggungnya Cuma Satu, Bung

Iya bung, bener, kita semua butuh panggungPejabat butuh panggungPengusaha butuh panggungUlama butuh panggungKita rakyat juga butuh panggung loh, bung Pejabat butuh panggung untuk mempertahankan kekuasaanPengusaha

Baca Selengkapnya »
Puisi
Aprinus Salam

Monolog Puisi

Puisi Aprinus Salam Sebuah puisi bertengger di sebuah ayunan. “Jika kau menulis tentang kong guan, di mana batas dirikuatau tentang teknik menambal ban, di mana

Baca Selengkapnya »
Puisi
Aprinus Salam

Kronologi Cinta Kita

Puisi Aprinus Salam Dari awan turun ke jalan, demikianlah moyang bersabda, hari-hari tergugah dengan perasaan-perasaan yang tak diakui. Yang kubutuhkan hanya tatapan matamu. Aku pun

Baca Selengkapnya »
Puisi
Aprinus Salam

Morfologi Ketidakadilan

Puisi Aprinus Salam Di sudut kepalamu, kau sembunyikan timbangan dan jam tangan. Sudah berkarat katamu sambil mencuil potongan-potongan keju. Kopimu ikut terdiam di meja. Matahari

Baca Selengkapnya »

Terima Kasih
Sudah
berlangganan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin