Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Arkeologi Perasaan

Siapakah kau yang berdiam dalam sunyi, Siapakah kau yang rindu dalam sepi,Siapakah kau yang nyanyi dalam bising. Aku gali tanah, kau selinap hutan, kabut menaridi

Baca Selengkapnya »
Uncategorized
Aprinus Salam

Sejarah Air Mata

Tubuhku lahir dari kegelapan, juga kebahagian dan luka. Tapi itu tak membuatku bercabang Hingga terpejam, meraba tanah yang tersisaaku cari dirimu di lubuk, tatapan itu

Baca Selengkapnya »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Panggungnya Cuma Satu, Bung

Iya bung, bener, kita semua butuh panggungPejabat butuh panggungPengusaha butuh panggungUlama butuh panggungKita rakyat juga butuh panggung loh, bung Pejabat butuh panggung untuk mempertahankan kekuasaanPengusaha

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

RAKYATLAH YANG BERDAULAT

Selama ini, banyak yang berkeyakinan, para petinggi, para pejabat, para pengusaha, para ulama, dan para orang top lainnya yang memiliki kekuasaan dalam segala level dan

Baca Selengkapnya »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Monolog Puisi

Puisi Aprinus Salam Sebuah puisi bertengger di sebuah ayunan. “Jika kau menulis tentang kong guan, di mana batas dirikuatau tentang teknik menambal ban, di mana

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Modal Sosial

Modal sosial adalah segala hal baik yang kita miliki. Hal baik itu antara lain niat atau semangat untuk berbuat baik dengan tujuan yang baik. Niat

Baca Selengkapnya »
On Trend

Postingan Acak

Kronologi Cinta Kita

Puisi Aprinus Salam Dari awan turun ke jalan, demikianlah moyang bersabda, hari-hari tergugah dengan perasaan-perasaan yang tak diakui. Yang kubutuhkan hanya tatapan matamu. Aku pun

Literasi Politik dan Sastra Partisan

Sastra itu partisan di dalam genrenya dan juga dalam koridor ideologisnya. Dalam beberapa hal, sastra terlihat mengkontestasikan ideologi-ideologi tertentu, tetapi tetap saja ia partisan, baik

Arkeologi Perasaan

Siapakah kau yang berdiam dalam sunyi, Siapakah kau yang rindu dalam sepi,Siapakah kau yang nyanyi dalam bising. Aku gali tanah, kau selinap hutan, kabut menaridi

Terima Kasih
Sudah
berlangganan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin