Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Memahami Kekuasaan yang Hegemonik

(Catatan untuk Tulisan Prof. Teguh Supriyanto) Saya mencoba berefleksi berdasarkan ngobrol-ngobrol dan ndobos-ndobos dengan beberapa teman tentang kekuasaan (Jawa). Kadang ngobrol dan ndobos itu saya

Baca Selengkapnya »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Morfologi Anak Kesayangan

Puisi Aprinus Salam Dimulai dari Tuhan, yang melepas ikhlas, terbang mengarungi sudut-sudut hati yang entah di mana batasnya. Dari kejauhan, kulihat bangunan yang tak lagi

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Kriminalisasi Ulama

Belakangan, ada beberapa orang yang dianggap ulama diperkarakan secara hukum. Sebelum masuk ke perkara hukum, biasanya berita-berita tentang ulama tersebut viral di media sosial. Tentu

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Wakaf Itu Bahasa Apa?

Kata wakaf menjadi dipersoalkan terutama dengan munculnya Gerakan Nasional Wakaf (GNW) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kata wakaf hidup dalam keseharian dan cukup sering digunakan.

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Negara Bersama

Saya memilih kata dan pengertian negara, bukan bangsa dan bukan masyarakat. Ketiga hal tersebut merupakan hal berbeda. Contoh sederhana; pengertian bangsa bersama, masyarakat bersama, itu

Baca Selengkapnya »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Tidak Ada Penistaan Agama

Penistaan agama dimaksudkan sebagai terdapat manusia yang melakukan penistaan, menghina, merusak, merendahkan, atau membusukkan agama. Hal itu biasanya terjadi ketika terdapat manusia yang melakukan ujaran

Baca Selengkapnya »
On Trend

Postingan Acak

Kebudayaan Mendesain Masa Depan

(Ringkasan Materi Kuliah Perdana Mahasiswa FIB UGM Angkatan 2018, di Auditorium FIB, 13 Agustus 2018) Sebagai mahasiswa FIB UGM, akan banyak hal yang dipelajari. Akan

Seni dan Karnavalisasi Kebudayaan

I Bagaimana kita menghidupkan, mengolah, dan mengelola kesenian? Bagaimana keberadaan dan pertumbuhan kesenian dilihat dalam perspektif kebudayaan? Untuk membicarakan itu, saya ingin melihat salah satu

Sastra dalam Konstelasi Kepentingan

Belakangan ini, para sastrawan dan penyair mempertanyakan kembali “dampak positif” pekerjaan mereka terhadap masyarakat. Apakah pekerjaan mereka membuat cerita atau puisi berpengaruh baik kepada masyarakat