Aprinus Salam seorang penyair yang sangat tidak produktif. Hijrah ke Yogyakarta, Desember 1977, setelah lulus Sekolah Dasar di Riau, hingga kini ia telah dan tetap bermukim di Yogya. 

Pada tahun 1992, ia menyelesaikan skripsi tentang  puisi, tahun 2002 menyelesaikan tesis juga tentang puisi, dan tahun 2010 menyelesaikan disertasi tentang prosa/novel Indonesia di UGM. 

Kini ia menjadi dosen Pascasarjana FIB UGM, dan mendapat tugas sebagai Kepala Pusat Studi Kebudayaan hingga 2021. Pernah jadi Konsultan Ahli di Dinas Kebudayaan Yogya (2014 dan 2015) dan anggota Senat Akademik UGM (2012-2017). 

Beberapa buku telah ditulisnya, antara lain Oposisi Sastra Sufi (2003), Biarkan Dia Mati (2003), Politik dan Budaya Kejahatan (2015), dan Kebudayaan Sebagai Tersangka (2016), Sastra, Negara, dan Politik (2019), dan Biokultural: Dari Fantasi Kerakyatan hingga Menolak Identitas (2020). Untuk buku puisi,  Mantra Bumi (2016), dan Suluk Bagimu Negeri (2017). Bukunya yang siap diterbitkan, yakni Sosiologi Kehidupan: Fragmen-Fragmen Teoretik. (AZ).

Selain menulis buku, Aprinus Salam juga menulis pengantar untuk buku-buku karya rekan-rekannya. Lebih lengkap, pembaca bisa mengakses tombol di bawah:

Kategori Tulisan

Media Sosial

Pembaca bisa mengenal Aprinus Salam lebih dekat lagi, dengan menghubunginya di beberapa media sosial, semisal: