PENTING – REMEH, BESAR – KECIL

Dalam berbagai pembicaraan, suatu hal yang sering muncul adalah pernyataan; “itu masalah remeh, ini penting; atau itu urusan kecil, ini masalah besar”. Persoalannya, apa dan di mana letak penting dan remeh, yang mana yang masalah besar dan yang mana urusan kecil? Untuk sementara, saya menyetarakan pengertian penting dengan besar, dan remeh dengan kecil.

Kadang, ada situasi-situasi yang berbeda untuk mengatakan hal penting. Untuk menjaga kenyamanan perasaan, kita lebih sering mengatakan itu hal tertentu penting daripada mengatakan sebaliknya. Ketika seseorang mengusung ide tertentu, kita mengatakan, “wah itu penting sekali” tanpa berpikir panjang. Sangat mungkin nanti ide itu tidak dipakai sama sekali, bahkan tidak tercatat.

Sebaliknya, dalam situasi tidak harus menjaga perasaan, tidak jarang pula kita mengatakan itu masalah kecil. Ide tentang reuni mau pakai baju dan warna apa, tidak jarang kita mengatakan hal itu sama sekali tidak penting.

Namun, ilustrasi tersebut sama sekali tidak menjelaskan batas mana yang penting dan mana yang remeh. Kasus perasaan, batasnya adalah dugaan mana pernyataan yang dapat diduga menimbulkan ketersinggungan dan mana yang tidak. Itu pun hanya dugaan. Koridor yang memayungi penting – remeh lebih dalam koridor etik.

Kalau kita membicarakan masalah pe-kerja-an atau tugas, maka akan banyak perbedaan pendapat. Kata itu masih lepas dan belum mendapatkan atribusi (konteks), maka akan ada yang mengatakan kerja itu soal penting, tetapi tidak jarang akan ada pula yang mengatakan itu soal kecil.

Jika dengan atribusi, misal pekerjaan menulis. Pekerjaan menulis itu masalah penting atau tidak? Muncul pertanyaan, menulis apa? Sebagai misal menulis puisi. Menulis puisi itu pekerjaan besar atau kecil? Muncul lagi perntanyaan; puisi yang seperti apa, dan seterusnya.

Bisa jadi apa pun jawabannya, semuanya bisa benar, atau semua bisa salah, tergantung sudut pandang, posisi orang yang mengatakannya, dan pengertian apa itu puisi.

Membicarakan masalah cinta apakah penting atau sepele? Ini perdebatan yang tidak akan pernah selesai. Muncul pertanyaan apa itu cinta dan cinta yang mana? Akan tetapi, tetap saja akan muncul banyak perbedaan pendapat. Ujung kesimpulan dikembalikan ke orang per orang.

Ini sama halnya dengan membicarakan masalah Tuhan. Dalam keyakinan dan urgensi yang berbeda-beda, masalah Tuhan bisa penting bagi dan dalam keyakinan tertentu, tetapi bisa tidak penting bagi yang memiliki kepercayaan lain.

Membicarakan pemilu presiden masalah besar atau kecil? Kalau melihat di media sosial, sepertinya ini masalah besar. Banyak sekali polemik dan pertengkaran tentang hal-hal presiden, baik yang memuji atau pun yang menghujat. Seolah jika salah pilih presiden, suatu negara akan berantakan. Jika memang benar salah pilih presiden negara akan berantakan, maka pemilu preseden merupakan masalah penting dan besar.

Jika kenyataannya, siapa pun yang jadi presiden, baik salah pilih atau tidak, negara tetap jalan dengan dan dalam pertengkaran yang masih terkendali, masalah pemilu presiden tidak penting. Apalagi, banyak kehidupan orang per orang yang nyaris tidak berhubungan dengan siapa pun yang menjadi presiden.

Lain halnya, misalnya, kasus pandemi, ini masalah besar atau kecil? Saya menduga, melihat kenyataan yang kita hadapi, tidak ada yang berani mengatakan pandemi masalah kecil. Pandemi bisa jadi merupakan ancaman yang buruk bagi suatu bangsa jika menganggap masalah pandemi urusan kecil.

Apa yang dapat disimpulkan dari soal penting – sepele, masalah besar – kecil. Pertama, apakah soal tersebut berbahaya bagi kehidupan manusia atau tidak. Itu pun berbahaya bisa menjadi relatif. Tapi, masalah pandemi merupakan ancaman bagi semua orang, bagi suatu bangsa dan negara. Kita tidak boleh menganggap masalah pandemi masalah remeh.

Kedua, terkait dengan pengalaman bagaimana seseorang memahami dan memaknai pengertian kerja, cinta, seni, dan sebagainya. Apakah hal-hal tersebut terkait dengan kemungkinan mati dan hidupnya seseorang. Jika seseorang hidup dan berkat hal-hal seni, maka persoalan seni menjadi sangat penting bagi orang tersebut. Demikian pula soal cinta, kerja, dan sebagainya.

Ketiga, terkait dengan efek. Membicarakan masalah presiden bisa penting bisa tidak, jika sejauh ini siapa pun presidennya, sebuah negara tetap dapat berjalan. Akan tetapi, ternyata masalah presiden, juga gubernur dan jabatan penting lainnya, menyebabkan banyak konflik yang berbahaya, maka persoalan presiden dan posisi kekuasaan lainnya menjadi penting.

Keempat, masalah penting atau tidak terkait dengan kayakinan. Bukan saja soal Tuhan, tetapi kita tidak bisa memaksa seseorang menganggap masalah-masalah spritual, misalnya, sebagai hal penting bagi semua orang.

Dalam kerangka tersebut, mana persoalan yang penting dan tidak, kita bisa memetakannya sendiri. * * *

Tulisan oleh Aprinus Salam
Foto oleh cottonbro dari Pexels

Bagikan tulisan dari aprinussalam.com ini ke:

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Google+
Aprinus Salam

Aprinus Salam

Aprinus Salam merupakan penyair yang sangat tidak produktif. Hijrah ke Yogyakarta, Desember 1977, setelah lulus Sekolah Dasar di Riau, hingga kini ia telah dan tetap bermukim di Yogya.

Tentang Aprinus Salam

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bacaan Terbaru

Uncategorized
Aprinus Salam

Manipulasi Konteks

Hal yang dimaksud dengan manipulasi konteks adalah bagaimana mengemas atau menghadirkan suatu informasi, melaporkan suatu hal, menyatakan suatu peristiwa/kejadian, tetapi disampaikan tidak sesuai-dengan konteksnya. Bahkan,

Read More »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Konteks dan Individualisasi Humor

(Disampaikan pada Seminar Nasional Budaya Nusantara, Seri 8, Kelakar Nusantara, 25 September 2021) Kita sering menyaksikan beberapa kasus bahwa untuk satu konteks ”teks” yang dianggap

Read More »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Menjadi Budak

Praktik dan pemaknaan tentang budak termasuk kisah kurang sedap. Dalam berbagai struktur dan levelnya, budak merupakan sosok yang keberadaannya dianggap rendah atau di bawah, tidak

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Kesepian

Benarkah kita, atau siapa saja, pernah atau bisa mengalami kesepian? Mengapa itu dimungkinkan? Apa sebenarnya yang sedang terjadi?Sepi, suasana sepi, adalah suatu situasi jauh dari

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Politik Penampilan

Politik penampilan adalah bagaimana kita mengekspresikan diri kita dalam kehidupan sehari-hari. Politik di sini maksudnya berbagai cara, strategi, maksud, kepentingan, dan tujuan-tujuan yang ingin dicapai

Read More »
Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

KESALAHAN DAN KEJAHATAN DALAM BERBAHASA

Ucapan Terima Kasih Terimakasihku kepada Tuhan yang memberi kesehatan dan kesempatan menulis buku ini. Pada akhir Maret 2020,kita mulai mengalami masa-masa pandemi. Ada suatu masa

Read More »

Sukai Halaman Facebook Saya

Terima Kasih
Sudah
berlangganan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin