Monolog Puisi

Puisi Aprinus Salam

Sebuah puisi bertengger di sebuah ayunan.

“Jika kau menulis tentang kong guan, di mana batas dirikuatau tentang teknik menambal ban, di mana pinggiran yang kaumaksud, atau kadang kau berbicara tentang celana, gudeg, humorhumor hambar yang kau tertawakan, di mana kau sembunyikan diriku.”

Menoleh ke kiri dan ke belakang. Berayun gamang.

“Sambil bercengkrama di hutan, kau bermain dengan kata-kata, memasang angka-angka, dari barat hingga timur, dari kardoba hinggaslemania, filsafat kau kunyah seperti kerupuk. Lidahmu tak pernah kelu, selalu saja ada yang salah.”

“Entahlah. Kalian hanya merasa, bersanding di jalan yang terhubung entah ke mana, berpikir ada jembatan terbuka di depan.”

“Aku lahir dari rahim yang penuh, seperti mutiara yang tak sudah, membakar kedunguan, ke ujung fantasi yang belum terbahasakan.Aku moksa bersama kata-katamu. Kini, aku sendirian di benak kepalamu.”

Ayunan terhenti. Sunyi menyergap.

Foto oleh Pille Kirsi dari Pexels

Bagikan tulisan dari aprinussalam.com ini ke:

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Google+
Aprinus Salam

Aprinus Salam

Aprinus Salam merupakan penyair yang sangat tidak produktif. Hijrah ke Yogyakarta, Desember 1977, setelah lulus Sekolah Dasar di Riau, hingga kini ia telah dan tetap bermukim di Yogya.

Tentang Aprinus Salam

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bacaan Terbaru

Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Bahasa dan Nasionalisme

Semakin banyak yang mengatakan (termasuk Pakar Bahasa dari UGM) bahwa ketika seseorang dalam berkomunikasi resmi bahasa Indonesia-nya bercampur dengan bahasa asing, maka nasionalismenya dipertanyakan. Orang

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Ratu Adil

Konsep Ratu Adil sudah dikenal pada masa Prabu Jayabaya, Raja Kediri yang berkuasa pada 1135-1157. Beliau menulis tentang Ratu Adil itu, yang dikenal sebagai Ramalan

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Kerennya Orang Awam

Pengertian yang dinisbatkan kepada orang awam selama ini lebih dalam pengertian orang kebanyakan. Orang kebanyakan adalah orang yang dianggap tidak memiliki sesuatu yang dapat diandalkan.

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Ruang Persenyawaan

Bangsa dan masyarakat Indonesia adalah percampuran banyak hal. Hidup bersama dalam percampuran agama, suku, ras, bahkan hal-hal terkait gender, kelas sosial, dan sebagainya. Dalam percampuran

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Menipu Kapitalisme

Kalau memakai kacamata Bourdieu, mungkin kita terbantu untuk sedikit geli. Yakni ketika melihat seseorang (mungkin juga sejumlah orang) yang memakai barang-barang yang kemudian dikenal sebagai

Read More »

Sukai Halaman Facebook Saya

Terima Kasih
Sudah
berlangganan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin