Kronologi Cinta Kita

Puisi Aprinus Salam

Dari awan turun ke jalan, demikianlah moyang bersabda, hari-hari tergugah dengan perasaan-perasaan yang tak diakui. Yang kubutuhkan hanya tatapan matamu.

Aku pun bernyanyi sambil mandi, sembari membayangkan apakah kamu juga bersenandung buatku, dengan suara riang, bergelombang hingga ufuk.

Tidurku tak nyenyak, kerinduan itu terguling lepas. “Sedang ngapain engkau di sana?” Dalam mimpi, aku melihat sebuah cincin, bercahaya, menyilau.

Gejolak itu terus bergulir, bayang-bayang yang selalu mengikuti, dan pertanyaan yang tidak pernah terjawab. “Apakah engkau bersetia?” Jarak itu pun tertutup. Keraguan telah tuntas terbuka.

Tapi baiklah, ada juga saat-saat kita bersenda-gurau, dari mana datangnya air mata, hati cemburu, cinta monyet, sambil menikmati desahan berburu. “Aku suka kenakalanmu.

”Entah jendela mana yang engkau buka, tapi sepoy angin menerpa tubuh hingga gairah itu terus membesar. Wajah kita membuncah, genangan rayuan yang tertimbun lemak membuat kita tidak lincah.

Kini, anak kita telah besar. Warna rumah pelan-pelan mengelupas. Sosok pudarnya telah menjadi saksi, ada yang selalu bersama di antara kepasrahan. Detik terus menggelinding.

Foto oleh Vanessa Garcia dari Pexels

Bagikan tulisan dari aprinussalam.com ini ke:

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Google+
Aprinus Salam

Aprinus Salam

Aprinus Salam merupakan penyair yang sangat tidak produktif. Hijrah ke Yogyakarta, Desember 1977, setelah lulus Sekolah Dasar di Riau, hingga kini ia telah dan tetap bermukim di Yogya.

Tentang Aprinus Salam

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bacaan Terbaru

Seni, Sastra dan Budaya
Aprinus Salam

Bahasa dan Nasionalisme

Semakin banyak yang mengatakan (termasuk Pakar Bahasa dari UGM) bahwa ketika seseorang dalam berkomunikasi resmi bahasa Indonesia-nya bercampur dengan bahasa asing, maka nasionalismenya dipertanyakan. Orang

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Ratu Adil

Konsep Ratu Adil sudah dikenal pada masa Prabu Jayabaya, Raja Kediri yang berkuasa pada 1135-1157. Beliau menulis tentang Ratu Adil itu, yang dikenal sebagai Ramalan

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Kerennya Orang Awam

Pengertian yang dinisbatkan kepada orang awam selama ini lebih dalam pengertian orang kebanyakan. Orang kebanyakan adalah orang yang dianggap tidak memiliki sesuatu yang dapat diandalkan.

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Ruang Persenyawaan

Bangsa dan masyarakat Indonesia adalah percampuran banyak hal. Hidup bersama dalam percampuran agama, suku, ras, bahkan hal-hal terkait gender, kelas sosial, dan sebagainya. Dalam percampuran

Read More »
Sosial dan Politik
Aprinus Salam

Menipu Kapitalisme

Kalau memakai kacamata Bourdieu, mungkin kita terbantu untuk sedikit geli. Yakni ketika melihat seseorang (mungkin juga sejumlah orang) yang memakai barang-barang yang kemudian dikenal sebagai

Read More »

Sukai Halaman Facebook Saya

Terima Kasih
Sudah
berlangganan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin